← Dashboard

Bagaimana setiap skenario bekerja

Penjelasan ringkas untuk policy maker: apa yang berubah, siapa yang terdampak, dan mengapa kombinasi pilar lebih kuat daripada satu intervensi saja.

Model status Calibrated, pre-review Angka indikatif untuk eksplorasi mekanisme, bukan policy-grade final.

The simple mental model

Pasien harus mengalir dari “belum tahu” menjadi “controlled”.

Setiap skenario mengubah satu atau lebih bagian aliran ini. Kalau satu bagian diperbaiki tetapi bagian berikutnya macet, hasil akhirnya bisa kecil atau bahkan terlihat buruk secara biaya.

Undiagnosed
Diagnosed
Treated
Controlled
Leaks: drop-out, stockout, visit burden, capacity shortage, CVD events

Baseline problem map

Masalah awalnya ada di beberapa titik cascade, bukan hanya di screening.

Angka di bawah adalah asumsi baseline yang dipakai untuk menjelaskan mengapa setiap pilar dibutuhkan. Ini bukan hasil skenario, tetapi “diagnosis masalah” sebelum intervensi.

1. Detection gap

Banyak kasus belum terdiagnosis

HT: aware baseline sekitar 32.7% dari disease pool. Artinya mayoritas kasus HT 40+ belum masuk layanan sebagai pasien terdiagnosis.

DM: awareness juga rendah, sehingga screening tetap relevan untuk menemukan pasien tersembunyi.

2. Treatment capacity gap

Kapasitas kunjungan tidak cukup untuk follow-up rutin

Demand HT: sekitar 155 juta visit/tahun untuk treated patients jika target follow-up 12 kali/tahun.

Supply rutin baseline: sekitar 32 juta visit/tahun: dokter PHC sekitar 24 juta, kontribusi perawat melalui task shifting/task sharing sekitar 8 juta.

Implikasi: demand/supply sekitar 4.9×. Screening besar tanpa pelimpahan dan pembagian tugas follow-up ke perawat/tenaga layanan terlatih akan menambah diagnosis, tetapi pasien bisa tertahan sebelum treated.

3. Medication continuity gap

Dispensing pendek membuat pasien harus sering datang

Dispensing baseline: 17 hari obat per kunjungan.

Visit burden implied: sekitar 12 kunjungan/tahun untuk menjaga terapi bulanan.

PDC baseline: sekitar 21.6%, dihitung dari kunjungan aktual yang jauh di bawah kebutuhan ideal.

4. Supply reliability gap

Stockout melemahkan adherence

Stockout baseline: σ sekitar 20%, berarti kira-kira 1 dari 5 dispensing berisiko tidak lengkap.

Implikasi: walaupun pasien datang, coverage obat bisa tetap putus. MMD hanya masuk akal jika supply chain cukup reliable.

5. Retention gap

Pasien mudah lost-to-follow-up

LTFU baseline: sekitar 30% per tahun.

Outreach refill baseline: masih sangat kecil, sekitar 5% refill melalui outreach/Posbindu.

Implikasi: pasien yang sudah treated tetap bisa keluar dari cascade jika refill terlalu jauh atau terlalu sering perlu ke fasilitas.

6. Control gap

Controlled masih kecil dibanding disease burden

HT baseline controlled: sekitar 5.1% dari disease pool.

Masalahnya berlapis: orang belum tahu status, kapasitas follow-up kurang, obat tidak selalu kontinu, dan retention lemah.

Baseline

Status quo: sistem berjalan seperti sekarang

Apa yang terjadi

Banyak orang dengan HT/DM belum tahu statusnya. Sebagian yang sudah tahu belum masuk pengobatan rutin. Sebagian yang sudah berobat belum controlled karena follow-up, adherence, dan supply obat belum stabil.

Mengapa penting

Status quo adalah counterfactual: “kalau tidak ada perubahan kebijakan besar, 10 tahun ke depan kira-kira seperti apa?” Semua skenario dibandingkan terhadap titik ini.

Risiko interpretasi

Status quo bukan target. Ia adalah pembanding. Skenario yang hanya menaikkan diagnosis bisa menaikkan biaya dulu, karena lebih banyak pasien masuk sistem.

Yang disimulasikan: layanan berjalan seperti sekarang: screening belum menjangkau semua orang, pembagian tugas ke perawat masih terbatas, obat masih sering diberikan untuk periode pendek, dan refill komunitas masih kecil.
Pillar 1

Better Screening: menemukan pasien tersembunyi

Screening coverage naik
Undiagnosed turun
Diagnosed naik
Butuh kapasitas treatment

Kenapa perlu?

Karena baseline awareness HT hanya sekitar 32.7% dari disease pool. Banyak orang punya tekanan darah tinggi tetapi belum masuk cascade sebagai pasien terdiagnosis.

Apa yang diubah?

Jangkauan screening dibuat jauh lebih luas. Artinya skenario ini menguji “bagaimana jika pintu depan dibuka penuh” untuk menemukan pasien tersembunyi.

Mekanisme kerjanya

Lebih banyak screening membuat undiagnosed turun dan diagnosed naik. Tetapi agar berubah menjadi controlled, pasien baru tetap butuh kapasitas treatment, obat, dan retention.

Yang disimulasikan: hanya screening yang diperluas; kapasitas follow-up, pola pemberian obat, dan outreach tetap seperti sekarang. Masalah yang diuji: apakah menemukan lebih banyak pasien cukup jika kapasitas treatment dan retention belum ikut berubah.
Pillar 3

Task shifting/task sharing: membuka bottleneck tenaga layanan

Perawat dilatih
Visit capacity naik
Linkage & follow-up membaik
Lebih banyak treated

Kenapa perlu task shifting/task sharing?

Karena kebutuhan kunjungan jauh melebihi kapasitas rutin. Untuk HT saja, demand follow-up diperkirakan sekitar 155 juta visit/tahun jika pasien treated perlu 12 kunjungan/tahun.

Masalah kapasitas saat ini

Supply baseline sekitar 32 juta visit/tahun: dokter PHC sekitar 24 juta visit/tahun, dan perawat melalui task shifting/task sharing sekitar 8 juta visit/tahun. Ini membuat shortage sekitar 4.9×.

Mekanisme kerjanya

Task shifting/task sharing diperluas: sebagian tugas follow-up rutin, edukasi, monitoring, dan linkage dibagi dari dokter ke perawat/tenaga layanan terlatih. Dampaknya adalah visit supply naik dan bottleneck dari diagnosed menuju treated berkurang.

Yang disimulasikan: tenaga layanan diperluas melalui pelatihan dan pembagian tugas; screening, pola pemberian obat, dan outreach tetap seperti sekarang. Masalah yang diuji: apakah bottleneck kunjungan dan follow-up bisa dikurangi melalui task shifting/task sharing.
Pillar 4

Supply Chain + MMD: membuat pengobatan lebih mudah dipertahankan

Obat lebih reliable
Dispensing lebih panjang
Visit burden turun
Adherence naik

Kenapa perlu MMD?

Karena dispensing baseline hanya 17 hari obat per kunjungan. Untuk menjaga terapi, pasien secara praktis perlu datang berulang-ulang, sekitar 12 kali/tahun.

Masalah adherence saat ini

PDC baseline sekitar 21.6%, stockout baseline sekitar 20%, dan LTFU baseline sekitar 30%/tahun. Jadi masalahnya bukan hanya obat diresepkan, tetapi kontinuitas obat.

Mekanisme kerjanya

Obat diberikan untuk periode lebih panjang pada pasien stabil. Visit burden turun, PDC naik, LTFU turun, dan kapasitas Puskesmas bisa lebih banyak dipakai untuk pasien baru atau kasus sulit.

Yang disimulasikan: refill dibuat lebih jarang dan lebih panjang; komponen layanan lain tetap seperti sekarang. Masalah yang diuji: apakah visit burden, PDC rendah, LTFU, dan drop-out membaik saat refill dibuat lebih jarang.
Pillar 5

Outreach: menjaga pasien tetap dekat dengan layanan

Posbindu/outreach aktif
Refill lebih dekat
LTFU turun
Retention membaik

Kenapa perlu outreach?

Karena sebagian pasien tidak bertahan jika semua refill dan follow-up harus ke fasilitas. Baseline LTFU sekitar 30%/tahun, sementara refill melalui outreach/Posbindu masih sangat kecil.

Apa yang diubah?

Sebagian refill pasien stabil dipindahkan lebih dekat ke komunitas melalui Posbindu/outreach, bukan selalu harus kembali ke Puskesmas.

Mekanisme kerjanya

Jarak layanan mengecil, refill lebih mudah, dan pasien lebih kecil kemungkinannya keluar dari cascade. Outreach juga bisa membantu screening komunitas untuk kasus tersembunyi.

Yang disimulasikan: refill dan follow-up pasien stabil dibuat lebih dekat ke komunitas; screening, task shifting/task sharing, dan pola dispensing tetap seperti sekarang. Masalah yang diuji: apakah pasien lebih bertahan dalam cascade ketika refill dan follow-up lebih dekat ke komunitas.

Why combination matters

4-pillar combo bekerja karena menutup bottleneck secara berurutan.

“The whole is greater than the sum of its parts.”

Kenapa tidak cukup satu pilar?

Karena cascade punya bottleneck berantai. Screening menemukan pasien, tetapi tanpa kapasitas follow-up pasien menumpuk. Kapasitas naik, tetapi tanpa obat kontinu pasien drop-out. Obat kontinu membaik, tetapi pasien tetap bisa hilang jika akses komunitas lemah.

Apa yang dilakukan paket maksimum?

Paket maksimum menggabungkan empat perubahan: screening diperluas, kapasitas follow-up ditambah lewat task shifting/task sharing, refill dibuat lebih panjang, dan sebagian layanan pasien stabil didekatkan ke komunitas.

1 Screening menemukan pasien

Hidden disease masuk ke sistem.

2 Task shifting/task sharing memberi kapasitas

Pasien baru bisa di-follow-up.

3 MMD menjaga adherence

Pasien tidak mudah drop-out.

4 Outreach menjaga retention

Layanan lebih dekat ke komunitas.

Pesan kebijakan: satu pilar bisa memperbaiki satu titik, tetapi paket pilar memperbaiki aliran pasien dari awal sampai controlled.
Yang disimulasikan: paket kuat yang memperbaiki pintu masuk, kapasitas layanan, kontinuitas obat, dan retention secara bersamaan. Logika skenario: pasien ditemukan, kapasitas layanan dinaikkan, obat dibuat lebih kontinu, dan retention dijaga melalui outreach.

How to read dashboard results

Cara membaca hasil skenario

Controlled naik

Lebih banyak pasien mencapai target klinis. Ini indikator cascade utama.

CVD events turun

Manfaat kesehatan mulai terlihat. Perubahan bisa lambat karena risiko CVD menumpuk selama bertahun-tahun.

Cost naik atau turun

Biaya bisa naik ketika lebih banyak pasien terdeteksi dan diobati. Itu tidak otomatis buruk jika DALY/events membaik.

Dominated

Biaya naik tanpa manfaat kesehatan. Ini sinyal skenario perlu diperbaiki atau digabung dengan pilar pendukung.